wptemplates.org
RSS Feed

Selasa, 06 Juli 2010

BUDAYA, ETIKA DAN ATURAN MAIN SEORANG HACKER

Banyak artikel atau tulisan di media tentang ‘hacker’, tapi tidak banyak yang membahas tentang budaya, etika, aturan yang mengatur komunitas misterius ini. Sebuah masyarakat yang hanya ada dan dikenal diantara underground (demikian istilah mereka). Tulisan ini di sadur dari beberapa bahan di Internet underground seperti tulisan Gilbert Alaverdian akan mencoba membahas hal-hal ini, agar masyarakat umum dapat mengerti sedikit tentang sub-culture di dunia underground.

Di media dan stereotype masyarakat tentang hacker adalah orang yang jahat dan suka merusak. Padahal arti sebetulnya hacker adalah tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Stereotype ABG 15 tahun, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan mendelete atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan. “Anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering Anda dengar di berita atau media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi.

Di dunia elektronik bawah tanah (underground), nama asli jarang digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, call sign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan dikenali sesama underground. Beberapa nama populer diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dan sebagainya.

Apakah perbedaan mendasar antara cracker dan hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”.

Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatannya. Menurut Raymond ada lima (5) karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, yaitu:

• Seseorang yang suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system.
• Seseorang yang melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja.
• Seseorang yang bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain.
• Seseorang yang dapat secara cepat belajar pemrograman.
• Seseorang yang ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata-strata (tingkatan) yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Untuk memperoleh pengakuan atau derajat, seorang hacker harus mampu membuat program untuk eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel), aktif diskusi di mailing list, membuat situs web dan sebagainya.

Hirarki Hacker
Mungkin agak terlalu kasar jika di sebut hirarki / tingkatan hacker. Istilah ini tidak sepenuhnya bisa diterima oleh masyarakat hacker. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering disebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’.
1. Elite
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugerah yang sangat alami, mereka biasanya effisien dan trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa diketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
2. Semi Elite
Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
3. Developed Kiddie
Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) dan masih sekolah. Mereka membaca tentang metode hacking dan caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil dan memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) dan baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie
Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5. Lamer
Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software pirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke dan DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri dan memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuannya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya.

Hacker Menolong Industri
Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi ditahan oleh komunitas underground ini sampai digunakan oleh lamers dan membuat kekacauan.

Etika
Dalam komunitas hacker ternyata ada etika dan aturan main yang membedakan antara hacker dan cracker, maupun hacker kelas rendahan. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada 6 etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1. Akses ke komputer – dan apapun yang akan mengajarkan kepada Anda bagaimana dunia ini berjalan atau bekerja – harus dilakukan tanpa batas dan total. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
2. Semua informasi harus bebas, tidak disembunyikan.
3. Tidak pernah percaya autoritas – percaya pada desentralisasi.
4. Seorang hacker hanya dinilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
5. Seorang hacker membuat seni dan keindahan di komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup Anda menuju yang lebih baik.

Aturan Main Hacker
• Di atas segalanya, hormati pengetahuan dan kebebasan informasi.
• Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan atau lubang di keamanan yang Anda lihat.
• Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
• Tidak mendistribusikan dan mengumpulkan software bajakan.
• Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.
• Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan dan mengajarkan berbagai informasi dan metode yang diperoleh.
• Tidak pernah menghack sebuah sistem untuk mencuri uang.
• Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
• Tidak pernah secara sengaja menghapus dan merusak file di komputer yang dihack.
• Hormati mesin yang dihack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Jelas dari Etika dan Aturan main Hacker di atas, terlihat jelas sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

0 komentar:

Poskan Komentar

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Top Arts blogs ArtsTopOfBlogsArts blogsAcademics BlogsArts (Photography) - TOP.ORGThoughts from the HEADocArts Blogs - Blog RankingsBlog Ratingsfree blog directoryArts blogsWeb Hosting Pages Subscribe with BloglinesArt & Artist Blogs - BlogCatalog Blog Directoryblogarama - the blog directoryBlog Directoryblog directoryBlog DirectoryBloglisting.net - The internets fastest growing blog directoryBlog DirectoryArt blogs & blog postsBlog Directory & Search engineblog search directoryMy ZimbioMake Money Blogging Top BlogsBlog DirectoryIncrease traffic State Your Blog - Blog Top Sites - www.stateyourblog.com Add to Google Reader or HomepageSubscribe in NewsGator OnlineSubscribe in RojoAdd to My AOLAdd to netvibesSubscribe in BloglinesAdd to The Free DictionaryAdd to PlusmoAdd to Excite MIXAdd to netomat HubAdd to fwickiAdd to WebwagAdd to PageflakesPowered by FeedBurnerhttp://www.wikio.com

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetMsn bot last visit powered by MyPagerank.NetPowered by  MyPagerank.Net
Preview on Feedage: immortal-tattoos Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki